Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan
Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan - Hallo sahabat Situs Poker, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Berita, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan
link : Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan
Banyaknya komentar jelek menganai bu Susi sampai akhirnya beliau curhat pada mantan menteri Kelautan dan Perikanan era pemerintahan Gus Dur, Sarwono Kusumaatmadja.
Bahkan sepertinya wakil Presiden Jusuf Kalla awalnya juga ragu dengan Bu Susi seperti yang ia ceritakan dalam sebuah acara di Hotel Shangri-la.
“Ini saya ada cerita sedikit. Waktu Susi diangkat, saya bilang ‘ini tamat SMP saja ini?’,” kata JK
Waktu itu, menurut JK, Jokowi menjawab dengan sederhana. Menurut Jokowi, Undang-undang (UU) mengatur syarat untuk presiden adalah tamatan SMA. Oleh karena itu, lulusan SMP sudah bisa menjadi menteri.
“Presiden itu syaratnya di UU (minimal) SMA. Berarti cocoklah menterinya SMP,” ujar JK. (finance.detik.com, 2014).
“Saya kira Anda sudah melihat, pandangan menteri yang cuma tamat SMP. Awalnya memang negatif,” tuturnya.
Namun pandangan itu, tambah JK, lambat laun hilang. Dalam kurun waktu 1 bulan, Susi sudah mengeluarkan berbagai kebijakan dan tindakan yang akhirnya mengundang kekaguman.
Jokowi sejak awal sudah mengetahui bahwa Indonesia mengalami kerugian Rp. 300 triliun per tahun karena illegal fishing. Bu Susi yang ditunjuk Jokowi langsung menggebrak dengan berjanji akan menuntaskan praktik pencurian ikan tersebut di beberapa wilayah di Indonesia.
Dengan pengetahuannya dan pengalamannya dalam bidang perikanan yang ia miliki, Bu Susi mendata kapal-kapal penangkap ikan, kemudian mendata perusahaan mana saja yang kerap melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Selain masalah illegal fishing, menurutnya masalah masalah utama di sektor kelautan dan perikanan itu adalah masalah pengangkutan produk ikan. Letak geografis Indonesia yang berpulau-pulau membutuhkan waktu yang lama untuk mendistribusikan produk ikan ke seluruh negeri (sumber, viva.co.id, 2014).
Selanjutnya seperti yang kita tahu dalam waktu singkat perairan Indonesia berubah menjadi lautan yang mengerikan bagi para illegal fishing. Satgas pemberantasan illegal fising yang sudah dirintis sejak Desember 2014 mendapat dukungan dari semua elemen pemerintah karena konsistensi dalam pemberantas illegal fishing. Dan semakin diperkuat oleh Pak Jokowi dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 tahun 2015. (bisniskeuanga.kompas.com, 2015)
Perpres tersebut sempat dipertanyakan oleh beberapa pihak bahkan ada yang meminta untuk dicabut karena fungsi dan peran TNI menjadi berada dibawah kendali Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Namun Pak Jokowi nampaknya all out dalam mendukung kerja Bu Susi dalam memberantas pencurian ikan di Indonesia.
epanjang 2015 Bu Susi telah menenggelamkan 117 kapal ikan besar dan kecil (katadata.co.id, 2015) dan sepanjang 2016 Bu Susi telah menenggelamkan 236 kapal pencuri ikan (bisniskeuangan.kompas.com, 2017). Jumlah yang sangat banyak menunjukkan ketegasan Indonesia dalam memberantas illegal fishing. Kini mereka yang dulu leluasa mencuri ikan di Indonesia harus berpikir berulang kali jika tidak mau kapalnya ditenggelamkan.
Reformasi perikanan yang dilakukan Jokowi bersama Bu Susi bukan tanpa halangan, banyak perlawanan dari para pengusaha yang hidupnya dari mencuri ikan. Hingga Indonesia yang kini tegas terhadap pencurian ikan sempat harus berhadap-hadapan dengan China. Bayangkan China dengan kekuatan militer sebesar itu dihadapi dengan gagah berani oleh Jokowi demi menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Penangkapan sejumlah kapal nelayan China oleh satuan TNI AL memicu protes dari Beijing yang mengklaim bahwa wilayah penangkapan ikan para nelayan tersebut adalah wilayah zona penangkapan ikan tradisional nelayan Cina.
Bahkan beberapa kali kasus penangkapan kapal nelayan Cina yang mencuri ikan di perairan Indonesia diwarnai insiden berbau militer. Sejumlah kapal nelayan Cina itu diketahui dikawal kapal angkatan Laut Cina. Para nelayan juga nekad dan berani menabrakkan kapalnya ke kapal angkatan laut Indonesia (dw.com, 2016).
Pak Jokowi tidak menganggap remeh pencurian ikan yang terjadi di kepulauan Natuna dan dengan tegas menyatakan bahwa wilayah tersebut adalah wilayah perairan Indonesia. Jokowi menggelar rapat kabinet di kapal perang KRI Imam Bonjol, yang merupakan isyarat keseriusan Pak Jokowi dalam membela wilayah Indonesia.
Perjuangan Pak Jokowi dan Bu Susi tidak sia-sia, dalam dua tahun saja langsung terjadi peningkatan signifikan dalam kelimpahan sumber daya ikan dan produksi perikanan.
Nilai tukar nelayan (perbandingan antara indeks harga yang diterima nelayan dan indeks harga yang dibayar nelayan) meningkat, begitu juga dengan konsumsi ikan per kapita juga meningkat.
Terjadi juga peningkatan pada investasi di sektor perikanan.
Impor ikan dan tepung ikan menurun dan surplusnya perdagangan hasil perikanan.
Selama tahun 2016 sebanyak 1.132 kapal yang melanggar Peraturan Menteri 56/2014 tentang pencurian ikan tidak bisa melaut. Akibatnya para pengusaha kelabakan namun hasilnya membawa berkah bagi kapal-kapal dalam negeri baik skala kecil atau menengah. Kapal-kapal tersebut beroperasi di wilayah yang dulu merupakan tempat beropersinya kapal asing atau eks asing.
Produktivitas mereka cenderung meningkat. Misalnya di Sorong terjadi peningkatan hingga 56,5 persen, di Ambon 48,1 persen, di Bintan 35 persen, dan di Bitung 6,6 persen (tempo.co, 2016)
Susi mengungkapkan, selama periode 2012-2015, produksi perikanan tangkap laut untuk komoditas utama meningkat hingga 11,6 persen.
Pak Jokowi tidak berhenti disini ia terus membenahi sektor kelautan Indonesia. Ia ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pak Jokowi ingin menata kembali industri perikanan Indonesia.
“Kita menata kembali industri perikanan kita, baik yang tingkat nelayan, yang tingkat di atasnya, yang pengusaha kecil, yang tingkat industri akan kita tata kembali,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau pembangunan kawasan industri perikanan di Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (merdeka.com, 2016).
Menurut Bu Susi, pemerintah saat ini bertekad untuk kembali menjadikan industri perikanan Indonesia nomor satu di Asia. Pemerintah akan terus melakukan pengembangan industri perikanan nasional di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Natuna saja, tetapi juga di daerah Indonesia lainnya yang dinilai strategis.
“Morotai, Sabang, kemudian Moa, Biak, Timika, Merauke, kemudian Saumlaki, kemudian Moa, lalu NTT, Bata dan Larantuka. Karena di sana sebetulnya sudah ada proyek-proyek Jepang yang tinggal kita teruskan saja,” terang Susi.
Menurut bisnis.tempo.co (2017) Ternyata selama 2016, stok ikan lestari mencapai 12,5 juta ton. Angka itu naik 26,3 persen dari hasil kajian tahun sebelumnya. Terjadi peningkatan nyaris 100 persen selama hampir 3 tahun pemerintahan Jokowi dimana pada tahun 2011 masih 6,5 juta ton.
“Saya pikir semua negara mengerti dan sadar bahwa stok ikan di dunia ini makin hari makin turun. Bergembiralah kita bahwa dalam pemerintahan Jokowi yang menuju 3 tahun (pada Oktober 2017), stok ikan dari 6,5 juta ton sudah firm dicatat oleh Kajiskan (Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan) menjadi 12,54 juta ton,” kata Susi.
Kerja luar biasa antara Pak Jokowi dan Bu Susi. Terutama Bu Susi yang dulu dicela oleh mereka yang sok pintar hanya karena Bu Susi hanya lulusan SMP telah berhasil membuktikan dirinya dan membungkam para pencelanya. Kini ia menjadi salah satu menteri favorit rakyat Indonesia selain karena prestasinya, juga karena nyentrik dan kerap bercanda melalui twitter dengan penggemarnya.
Pernah kah terpikir oleh kita sebelumnya? Bu Susi ini sudah memiliki segalanya dalam soal harta namun ia mau merelakan tenaga dan waktunya untuk bekerja sama dengan Pak Jokowi. Padahal ia bisa memilih untuk bersantai-santai saja. Tapi ia mau menjadi menteri bukan demi uang atau kekuasaan tapi demi rakyat Indonesia, khususnya para nelayan di Indonesia. Itulah hebatnya Jokowi, ia mampu menarik banyak orang-orang hebat di Indonesia untuk bekerja sama memajukan negara ini.
Maju terus Pak Jokowi, tenggelamkan terus mereka Bu Susi.
Begitulah Situs Poker Online Resmi
Berita Terkece Dan Terupdate
Sumber : Seword.com
Anda sekarang membaca artikel Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan dengan alamat link https://situspoker11.blogspot.com/2017/06/hasil-duet-maut-jokowi-dan-susi.html
Judul : Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan
link : Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan
Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan
Berita Tercepat - Saat ini Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan menjadi berita hangat sekaligus viral didunia maya.
Bandar Poker Online Terpercaya - Saat Pak Jokowi baru diangkat menjadi Presiden tahun 2014 kegaduhan sudah terjadi saat pengangkatan menteri. Pak Jokowi menunjuk Ibu Susi Pudjiastuti menjadi menteri kelautan dan perikanan. Banyak yang menyangsikan bahkan mentertawakan kemampuan Ibu Susi Pudijastuti saat itu karena latar belakang pendidikannya yang hanya lulus SMP. Tak ayal Pak Jokowi pun dicela oleh lawan-lawannya.
Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan
![]() |
| Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan |
Banyaknya komentar jelek menganai bu Susi sampai akhirnya beliau curhat pada mantan menteri Kelautan dan Perikanan era pemerintahan Gus Dur, Sarwono Kusumaatmadja.
“Saya cerita pada Pak Sarwono, karena banyak komentar jelek, dia bilang, Susi sudah terlalu pintar tidak perlu sekolah. Yang butuh sekolah kita kita yang bodoh,” ucap Susi ketika ditemui di Kantornya (merdeka.com, 2014)
Bahkan sepertinya wakil Presiden Jusuf Kalla awalnya juga ragu dengan Bu Susi seperti yang ia ceritakan dalam sebuah acara di Hotel Shangri-la.
“Ini saya ada cerita sedikit. Waktu Susi diangkat, saya bilang ‘ini tamat SMP saja ini?’,” kata JK
Waktu itu, menurut JK, Jokowi menjawab dengan sederhana. Menurut Jokowi, Undang-undang (UU) mengatur syarat untuk presiden adalah tamatan SMA. Oleh karena itu, lulusan SMP sudah bisa menjadi menteri.
“Presiden itu syaratnya di UU (minimal) SMA. Berarti cocoklah menterinya SMP,” ujar JK. (finance.detik.com, 2014).
“Saya kira Anda sudah melihat, pandangan menteri yang cuma tamat SMP. Awalnya memang negatif,” tuturnya.
Namun pandangan itu, tambah JK, lambat laun hilang. Dalam kurun waktu 1 bulan, Susi sudah mengeluarkan berbagai kebijakan dan tindakan yang akhirnya mengundang kekaguman.
Jokowi sejak awal sudah mengetahui bahwa Indonesia mengalami kerugian Rp. 300 triliun per tahun karena illegal fishing. Bu Susi yang ditunjuk Jokowi langsung menggebrak dengan berjanji akan menuntaskan praktik pencurian ikan tersebut di beberapa wilayah di Indonesia.
Dengan pengetahuannya dan pengalamannya dalam bidang perikanan yang ia miliki, Bu Susi mendata kapal-kapal penangkap ikan, kemudian mendata perusahaan mana saja yang kerap melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. Selain masalah illegal fishing, menurutnya masalah masalah utama di sektor kelautan dan perikanan itu adalah masalah pengangkutan produk ikan. Letak geografis Indonesia yang berpulau-pulau membutuhkan waktu yang lama untuk mendistribusikan produk ikan ke seluruh negeri (sumber, viva.co.id, 2014).
Selanjutnya seperti yang kita tahu dalam waktu singkat perairan Indonesia berubah menjadi lautan yang mengerikan bagi para illegal fishing. Satgas pemberantasan illegal fising yang sudah dirintis sejak Desember 2014 mendapat dukungan dari semua elemen pemerintah karena konsistensi dalam pemberantas illegal fishing. Dan semakin diperkuat oleh Pak Jokowi dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 tahun 2015. (bisniskeuanga.kompas.com, 2015)
“Tugas Satgas sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden ini juga meliputi kegiatan perikanan yang tidak dilaporkan (unreported fishing),” bunyi Pasal 2 ayat (2) Perpres tersebut.
Terkait dengan tugasnya itu, Satgas berwenang: a. Menentukan target operasi penegakan hukum dalam rangka pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal; b. Melakukan koordinasi dalam pengumpulan data dan informasi yang dibutuhkan sebagai upaya penegakan hukum, dengan institusi terkait tidak terbatas pada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Keuangan, Kemlu, Kemenhub, TNI AL, Polri, PPATK, dan BIN.
c. Membentuk dan memerintahkan unsur-unsur Satgas untuk melaksanakan operasi penegakan hukum dalam rangka pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal di kawasan yang ditentukan oleh Satgas; dan d. Melaksanakan komando dan pengendalian sebagaimana dimaksud yang meliputi kapal, pesawat udara, dan teknologi lainnya dari TNI AL, Polro, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Bakamla yang sudah berada di dalam Satgas. (setkab.go.id, 2015)
Perpres tersebut sempat dipertanyakan oleh beberapa pihak bahkan ada yang meminta untuk dicabut karena fungsi dan peran TNI menjadi berada dibawah kendali Kementrian Kelautan dan Perikanan.
“Saya minta Presiden mencabut Peraturan Presiden Nomor 115 tahun 2015 karena ini mencederai TNI, menentang UUD, UU TNI Nomor 34/2004 dan UU Pertahanan,” kata Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon, (nasional.republika.co.id, 2015)
Namun Pak Jokowi nampaknya all out dalam mendukung kerja Bu Susi dalam memberantas pencurian ikan di Indonesia.
epanjang 2015 Bu Susi telah menenggelamkan 117 kapal ikan besar dan kecil (katadata.co.id, 2015) dan sepanjang 2016 Bu Susi telah menenggelamkan 236 kapal pencuri ikan (bisniskeuangan.kompas.com, 2017). Jumlah yang sangat banyak menunjukkan ketegasan Indonesia dalam memberantas illegal fishing. Kini mereka yang dulu leluasa mencuri ikan di Indonesia harus berpikir berulang kali jika tidak mau kapalnya ditenggelamkan.
Reformasi perikanan yang dilakukan Jokowi bersama Bu Susi bukan tanpa halangan, banyak perlawanan dari para pengusaha yang hidupnya dari mencuri ikan. Hingga Indonesia yang kini tegas terhadap pencurian ikan sempat harus berhadap-hadapan dengan China. Bayangkan China dengan kekuatan militer sebesar itu dihadapi dengan gagah berani oleh Jokowi demi menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Baca juga :
- Mana Sih Yang Benar? Katanya Rizieq Akan Pulang Minggu Depan, Tapi Rizieq Berencana Tinggal Di Arab Saudi Hingga 2018
- Anies Menyindir Pemprov DKI Yang ‘Melayani Warga’. Betul, Harusnya Warga Melayani Penguasa Dong!
Penangkapan sejumlah kapal nelayan China oleh satuan TNI AL memicu protes dari Beijing yang mengklaim bahwa wilayah penangkapan ikan para nelayan tersebut adalah wilayah zona penangkapan ikan tradisional nelayan Cina.
Bahkan beberapa kali kasus penangkapan kapal nelayan Cina yang mencuri ikan di perairan Indonesia diwarnai insiden berbau militer. Sejumlah kapal nelayan Cina itu diketahui dikawal kapal angkatan Laut Cina. Para nelayan juga nekad dan berani menabrakkan kapalnya ke kapal angkatan laut Indonesia (dw.com, 2016).
Pak Jokowi tidak menganggap remeh pencurian ikan yang terjadi di kepulauan Natuna dan dengan tegas menyatakan bahwa wilayah tersebut adalah wilayah perairan Indonesia. Jokowi menggelar rapat kabinet di kapal perang KRI Imam Bonjol, yang merupakan isyarat keseriusan Pak Jokowi dalam membela wilayah Indonesia.
Perjuangan Pak Jokowi dan Bu Susi tidak sia-sia, dalam dua tahun saja langsung terjadi peningkatan signifikan dalam kelimpahan sumber daya ikan dan produksi perikanan.
Nilai tukar nelayan (perbandingan antara indeks harga yang diterima nelayan dan indeks harga yang dibayar nelayan) meningkat, begitu juga dengan konsumsi ikan per kapita juga meningkat.
Terjadi juga peningkatan pada investasi di sektor perikanan.
Impor ikan dan tepung ikan menurun dan surplusnya perdagangan hasil perikanan.
Selama tahun 2016 sebanyak 1.132 kapal yang melanggar Peraturan Menteri 56/2014 tentang pencurian ikan tidak bisa melaut. Akibatnya para pengusaha kelabakan namun hasilnya membawa berkah bagi kapal-kapal dalam negeri baik skala kecil atau menengah. Kapal-kapal tersebut beroperasi di wilayah yang dulu merupakan tempat beropersinya kapal asing atau eks asing.
Produktivitas mereka cenderung meningkat. Misalnya di Sorong terjadi peningkatan hingga 56,5 persen, di Ambon 48,1 persen, di Bintan 35 persen, dan di Bitung 6,6 persen (tempo.co, 2016)
Susi mengungkapkan, selama periode 2012-2015, produksi perikanan tangkap laut untuk komoditas utama meningkat hingga 11,6 persen.
“Kenaikan terjadi karena adanya perbaikan rasio penangkapan ikan per kapal dan perbaikan pasokan ikan laut sebagai dampak dari kebijakan pemberantasan IUU Fishing,” kata Susi.
Selain itu, kata Susi, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan juga menunjukkan hasil menggembirakan, di mana pertumbuhan PDB pada tahun 2015 sebesr 8,37 persen.
“Capaian ini adalah yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Tentunya, lebih besar dari PDB nasional yang di bawah 5 persen,” katanya. (beritasatu.com, 2016)
Pak Jokowi tidak berhenti disini ia terus membenahi sektor kelautan Indonesia. Ia ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pak Jokowi ingin menata kembali industri perikanan Indonesia.
“Kita menata kembali industri perikanan kita, baik yang tingkat nelayan, yang tingkat di atasnya, yang pengusaha kecil, yang tingkat industri akan kita tata kembali,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau pembangunan kawasan industri perikanan di Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (merdeka.com, 2016).
Menurut Bu Susi, pemerintah saat ini bertekad untuk kembali menjadikan industri perikanan Indonesia nomor satu di Asia. Pemerintah akan terus melakukan pengembangan industri perikanan nasional di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Natuna saja, tetapi juga di daerah Indonesia lainnya yang dinilai strategis.
“Morotai, Sabang, kemudian Moa, Biak, Timika, Merauke, kemudian Saumlaki, kemudian Moa, lalu NTT, Bata dan Larantuka. Karena di sana sebetulnya sudah ada proyek-proyek Jepang yang tinggal kita teruskan saja,” terang Susi.
Menurut bisnis.tempo.co (2017) Ternyata selama 2016, stok ikan lestari mencapai 12,5 juta ton. Angka itu naik 26,3 persen dari hasil kajian tahun sebelumnya. Terjadi peningkatan nyaris 100 persen selama hampir 3 tahun pemerintahan Jokowi dimana pada tahun 2011 masih 6,5 juta ton.
“Saya pikir semua negara mengerti dan sadar bahwa stok ikan di dunia ini makin hari makin turun. Bergembiralah kita bahwa dalam pemerintahan Jokowi yang menuju 3 tahun (pada Oktober 2017), stok ikan dari 6,5 juta ton sudah firm dicatat oleh Kajiskan (Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan) menjadi 12,54 juta ton,” kata Susi.
Kerja luar biasa antara Pak Jokowi dan Bu Susi. Terutama Bu Susi yang dulu dicela oleh mereka yang sok pintar hanya karena Bu Susi hanya lulusan SMP telah berhasil membuktikan dirinya dan membungkam para pencelanya. Kini ia menjadi salah satu menteri favorit rakyat Indonesia selain karena prestasinya, juga karena nyentrik dan kerap bercanda melalui twitter dengan penggemarnya.
Pernah kah terpikir oleh kita sebelumnya? Bu Susi ini sudah memiliki segalanya dalam soal harta namun ia mau merelakan tenaga dan waktunya untuk bekerja sama dengan Pak Jokowi. Padahal ia bisa memilih untuk bersantai-santai saja. Tapi ia mau menjadi menteri bukan demi uang atau kekuasaan tapi demi rakyat Indonesia, khususnya para nelayan di Indonesia. Itulah hebatnya Jokowi, ia mampu menarik banyak orang-orang hebat di Indonesia untuk bekerja sama memajukan negara ini.
Maju terus Pak Jokowi, tenggelamkan terus mereka Bu Susi.
Begitulah Situs Poker Online Resmi
Berita Terkece Dan Terupdate
Sumber : Seword.com
Baca juga :
- PokerOfAsian.com | Situs Poker Online Resmi | Bandar Ceme | BandarQ | DominoQQ
- GoldenQQ | Bandar Poker Online Terpercaya | Bandar Poker online | Agen BandarQ
Semoga bermanfaat , Berita Tercepat
Demikianlah Artikel Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan
Sekianlah artikel Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Hasil Duet Maut Jokowi dan Susi Pudjiastuti di Sektor Perikanan dengan alamat link https://situspoker11.blogspot.com/2017/06/hasil-duet-maut-jokowi-dan-susi.html









Komentar
Posting Komentar