Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF

Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF - Hallo sahabat Situs Poker, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF
link : Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF

Baca juga


Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF

Berita Tercepat - Saat ini  Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF menjadi berita hangat sekaligus viral didunia maya.

Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF
Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF
 Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF

Bandar Poker Online Terpercaya - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) sedang menikmati eurofia penuh halusinasi karena telah berhasil bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena begitu senangnya, GNPF melakukan aksi konferensi pers untuk menjelaskan apa yang terjadi selama pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Merasa ada yang perlu diklarifikasi, GNPF mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan semua isu yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Entah ada yang salah atau tidak tepat, tetapi bagi mereka ada suatu pemberitaan yang salah dilakukan oleh media. Bagi saya, ini hanya aksi pandir saja.

Ada beberapa isu yang diklarifikasi oleh GNPF terkait pertemuannya dengan Presiden Jokowi. Yang pertama adalah mereka membantah bahwa pertemuan ini terjadi atas permintaan mereka. Mereka bukan meminta dan ini juga bukanlah pertemuan mendadak karena sudah digagas sejak aksi 411.

Meski sudah digagas sejak aksi 411, saat inilah ada kesempatan untuk bertemu dengan Jokowi. Kesempatan yang mendadak dan tanpa digagas dengan baik. Karena semua dipersiapkan mendadak dan Jokowi juga menerima dengan alasan silahturahmi dan tidak ada salah menerima siapa saja. Kalau sudah digagas pastilah ada topik dan agenda yang dibahas.

Tetapi namanya kelompok orang keras kepala batu kali, tetap saja mereka menganggap ini adalah sebuah pertemuan. Jadi, yang kedua yang mereka klarifikasi adalah ini bukan halal bihalal melainkan sebuah pertemuan khusus.

“Kalau halal bihalal kan beda, ada tamu a, b, c, presiden terima semua tamu dalam rangka halal bihalal. Ini di ruang oval, di meja rapat presiden biasa terima tamu,” ujar Bachtiar dalam jumpa pers di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Selasa (27/6/2017).

Benarkah ini bukan acara halal bihalal dan merupakan sebuah pertemuan khusus dan tertutup?? Tentu saja kalau kita hanya mendengar dari satu pihak, maka bisa dipastikan bahwa pernyataan Bachtiar ini benar. Tetapi sayangnya, Sekretariat Kabinet RI menginformasikan hal yang sebaliknya. Menurut situs Setkab, itu bukanlah pertemuan melainkan acara silahturahmi.

Baca juga : 

Jokowi juga sudah sangat jelas dan clear menyebutkan alasannya mau menerima kunjungan GNPF. Karena sedang open house dan dalam suasana lebaran maka semua orang diterima. Dan bahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dengan tegas mengatakan dalam pertemuan tersebut tidak ada pembahasan khusus.

“Tadi Pak Presiden kami laporkan dan beliau mengatakan, ‘Ya, ini kan open house. Siapa saja kita tunggu’,” terang  Pratikno kepada wartawan.

“Pertemuan itu murni dilakukan untuk silaturahmi semata. Intinya tidak ada acara yang diperbincangkan, hanya silaturahmi saja,” tegas Pratikno.


Yang ketiga, Bachtiar menyangkal bahwa ada puja puji yang disampaikan oleh GNPF terhadap pemerintahan Jokowi. Bantahan Bachtiar ini menjadi aneh karena sesaat setelah selesai silahturahmi, dengan Jokowi, Bachtiar sendiri yang menyatakan bahwa mereka mengapresiasi beberapa kesuksesan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi.

Apakah mungkin karena sudah kena tegur mengeluarkan pembicaraan yang memuji pemerintah, Bachtiar pun diminta melakukan klarifikasi pernyataannya. Bayangkan saja kalau GNPF memuji pemerintahan Jokowi, emangnya mau Prabowo dan yang lain membiayai operasional mereka??

Konferensi pers GNPF ini hanyalah jadi ajang mereka untuk kembali meraih panggung politik setelah lama hilang gara-gara Rizieq Shihab dalam pelarian. Mereka perlu sebuah panggung untuk meningkatkan kembali nilai jual mereka yang nyungsep karena aksi terakhir tidak sampai 150 orang yang datang.

Menariknya, meski GNPF melakukan konferensi pers untuk menyampaikan apa saja yang dibahas dalam pertemuan dengan Jokowi, Jokowi tidak melakukan hal yang sama. Bahkan Jokowi seperti tidak ada menyinggung sedikit pun mengenai pertemuan ini dan apa pembahasannya.

Sangat jauh berbeda kalau Jokowi melakukan pertemuan khusus seperti yang disampaikan oleh GNPF. Kalau GNPF menganggap ini adalah sebuah pertemuan yang digagas dan khusus, maka Jokowi hanya menganggap ini adalah sebuah silahturahmi.

Karena itu, tidak heran saat Jokowi mendapatkan salam dari Rizieq hanya meresponinya dengan dingin. Apalagi saat GNPF ingin ada dialog dan diskusi lebih lanjut, Jokowi yang merasa hal tersebut tidak penting menyerahkan keberlanjutan dialog dengan Menkopolhukam Wiranto.

“Presiden sampaikan akan ada pertemuan berkali-kali. Presiden mengatakan ingin negeri ini tenang, ada kesejukan, kondusifitas dalam pembangunan. Sehingga, hal-hal yang bisa mengganjal akan diselesaikan. Dan menkopolhukam suda ditugasi,” pungkas Bachtiar.


Bukankah memang itu tugas Menkopolhukam yang kemarin-kemarin menjadi perwakilan pemerintah menjumpai mereka?? Bukankah memang Jokowi tidak mau menjumpai mereka karena sudah didisposisi kepada Menkopolhukam?? Jadi sebenarnya tidak ada yang istimewa dari pertemuan tersebut.

Mengapa?? Ya jelas karena ini hanyalah ajang silahturahmi dan halal bihalal. Jokowi menganggap kunjungan GNPF sama saja seperti rakyat biasa lainnya. Cuman GNPF saja yang merasa kegeeran dan merasa sok penting. Padahal kalau memang ini penting, tidak mungkinlah dilakukan saat sedang acara silahturahmi dan halal bihalal.

Kalau istilahnya orang batak, pertemuan mereka ini hanya kombur-kombur biasa saja. Tidak ada pembahasan yang penting.

Salam Situs Poker Online Resmi

Berita Terkece Dan Terupdate
Sumber : Seword.com



Baca juga : 

Semoga bermanfaat , Berita Tercepat


Demikianlah Artikel Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF

Sekianlah artikel Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Ini Alasannya Jokowi Tidak Melakukan Konferensi Pers Seperti GNPF dengan alamat link https://situspoker11.blogspot.com/2017/06/ini-alasannya-jokowi-tidak-melakukan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Dan Strategi Menang Di Situs Poker Online PokerOfAsian

Jokowi dan Ahok Punya Pikiran, Hati, dan Spirit; Para Sainganya Punya Apa?

Ahok Bersalah Dan Divonis 2 Tahun Penjara