Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi

Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi - Hallo sahabat Situs Poker, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi
link : Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi

Baca juga


Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi

Berita Tercepat - Saat ini Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi menjadi berita hangat sekaligus viral didunia maya.

Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi
Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi

Bandar Poker Online Terpercaya - Jusuf Kalla dan Anies-Sandi dipastikan kompak dan senada soal pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya. Nyinyir bersama. Jusuf Kalla adalah teman seperjuangan Anies Baswedan dan Sandi satu paket. Ideologi dan gaya politik keduanya nyaris sama. Namun dalam kaitan dengan teori proxy war keduanya mengambil jalan yang tampak berbeda: sisi agama dan bisnis untuk JK, dan Anies-Sandi sisi pendidikan dan bisnis. Yang memertemukan mereka ujungnya adalah bisnis yang dibaui oleh agama. Klop. Bertemunya kepentingan maka melahirkan kolaborasi dalam bentuk perang strategi nabok nyilih tangan alias menghantam dengan meminjam tangan orang lain alias proxy war – yang kadang tidak tahan malah menjadi serdadu atau kombatan sendiri.

Mari kita tengok paparan yang mencerahkan dan menghentak kesadaran nurani, hati, pikir, rasa, logika, iman, ketakwaan, jati diri, kemanusiaan, kebangsaan Indonesia, pluralisme, keberagamaan, spiritual, seni, budaya, kearifan lokal, toleransi dan kebebasan jiwa selamanya dalam memahami proxy war dengan isu pemindahan Ibu Kota Indonesia ke Palangkaraya, yang menargetkan kepemimpinan nasional 2019 dengan pertaruhan NKRI, setelah ‘kekalahan’ dalam perang proxy di DKI Jakarta.

Proxy war dan warfare sudah aja sejak zaman  kelahiran manusia.Pendeta, pastor, dukun, dokter, kiai, prajurit, pejuang, tentara, jenderal, menteri, gubernur, tukang becak, murid, mahasiswa, dan bahkan pedagang alias businessman pun bisa menjadi alat untuk proxy war, baik disadari maupun tidak.

Dalam tataran proxy war terbagi  menjadi tiga bagian besar, yakni (1) mastermind, (2) target, dan (3) pelaku – kadang mereka ini saling tumpang-tindih, zig-zag dan saling teriris. Contoh nyata adalah Pilkada DKI 2017. Itu perang proxy kelas lokal sederhana yang sangat menarik – meskipun kelasnnya masih kelas teri, kelas kelihatan dan transparan – akibat kelengahan bisa saling disusupi – baik di tim Anies maupun Ahok.

Mastermind(s) Pilkada DKI 2017 dari pihak Anies ini tidak hanya satu namun 3 bagian sekaligus: pengusaha, politikus, dan agamawan. (Sementara mastermind(s) dari Ahok yang sebelumnya adalah pengusaha, politikus, dan relawan tercerai-berai akibat besaran kekuatan proxy war kelompok Anies yang luar biasa, yang akan terpaparkan berikut.)

Target Pilkada DKI bukanlah mendudukkan Anies Baswedan. Anies-Sandi adalah utusan dari target besar proxy war secara nasional adalah hegemoni ekonomi dan politik – dengan bau sentimen dasar keagamaan. Sebagai cecunguk, maka tampak sekali Anies dan Sandi mengekor suara para politikus dan pengusaha seperti JK dalam kasus pemindahan Ibu Kota misalnya. Sampai kiamat Anies dan Sandi akan sama suaranya dengan JK, karena JK adalah tokoh penting kemenangan Anies-Sandi dalam perang proxy Pilkada DKI.

Sekali lagi (target yang tampak di mata publik) adalah menempatkan Anies sebagai boneka: anak buah Prabowo dan partai agama PKS. Bukan itu. Bukan. Sementara Prabowo sendiri bukanlah mastermind(s) dalam perang proxy ini. Lontaran pernyataan Prabowo menyambut kemenangan yang menyebut dan berterima kasih kepada Rizieq FPI akan keberaniannya adalah ungkapan bahwa dirinya bukanlah mastermind(s) dalam proxy war.

Pun dengan pernyataan Prabowo itu mengindikasikan bahwa Rizieq FPI hanyalah kombatan kroco kelas teri tak berguna yang dimanfaatkan. Buktinya Rizieq diberi penghargaan oleh Prabowo. Hanya anak buah atau bawahan yang diberi penghargaan; tidak ada tokoh atau pemimpin suatu proxy war diberi penghargaan. Seorang mastermind akan silent dan cool. (Jika di dunia internasional perusahaan minyak the big five adalah contoh mastermind(s) dalam perang di berbagai penjuru dunia, Timur Tengah, Afrika, Asia, sebagai contoh.)

Baca juga : 

Anies dan Sandi yang lemah dan tak berdaya – yang menjadi mainan dan ejekan para Netizen – sebenarnya tidak sungguh-sungguh akan ditempatkan dan diharapkan menjadi Gubernur DKI. Dalam perang proxy Pilkada DKI ini sebenarnya target besarnya adalah pelengseran Presiden Jokowi. Presiden Jokowi adalah pemimpin yang merugikan banyak pihak akibat kebijakannya: mulai pengusaha besar, mafia, sampai politikus, koruptor, bandar narkoba dan tentu para teroris dan kelompok Islam radikal seperti HTI dan pengikut ISIS.

Kasus Ahok sengaja dipelintir dan akan dijadikan alat untuk secara bersama-sama melawan Presiden Jokowi. Ingatlah. Selalu dalam pernyataan para peserta demo dan penekan, disebutkan kata-kata revolusi oleh para anggota FPI. Pun juga secara bersama-sama – ini salah satu ciri proxy war yang kelas cere dan teri karena tidak tahan popularitas dan pengin popular – menyatakan suara-suara.

Maka berteriaklah orang semacam Rizieq FPI, Amien Rais, Jusuf Kalla, Anies dan Sandi bahkan Prabowo dan kawan-kawan. Maka tim proxy war Ahok pun berjalan dengan lenggang kangkung memetakan dan membedah seluruh racangan proxy war, atau tepatnya menebak dan menduga arah dan target proxy war: Presiden Jokowi.

(Satu kesalahan umum dan celah proxy war terjadi jika para kaki tangan terdekat mastermind adalah individu yang susah dikendalikan karena merasa sebagai tokoh dan pemenang. Ini yang tidak pernah terjadi pada the big five of oil and energy companies yang dulunya seven sisters dan weaponries sebagai mastermind(s) of proxy war. Pun juga hal ini tidak pernah terjadi di Israel dan Amerika Serikat. Hebat mampu menahan diri tidak bersuara.)

Target sebenarnya proxy war adalah dirancang agar Ahok menang, Anies kalah. (Maka menanggapi kemenangan dan ketika harus bekerja, Anies-Sandi gamang, bingung pucat tidak seperti yang diharapkan. Pun kelihatan upaya pemenangan dengan program yang tak masuk akal seperti Kartu Jomblo, Oke Oce, Rp 1 miliar 1 RW, dll. rumah DP 0 persen adalah wujud ketidakseriusan dan kengawuran yang disengaja.)

Dalam rancangan awal proxy war, dengan persiapan matang, didatangkannya puluhan orang di TPS dengan dalih Tamasya Al Maidah di hampir seantero Jakarta. Pun kampanye awal isu sapi dan logistik sembako di Kepulauan Seribu Tim Ahok terus menggelinding sehari sebelum pencoblosan. (Kalau mau nyebar sembako kenapa harus pamer pakai atribut Ahok wkkkw. Namun itu memang taktik yang orang awam paling gampang tersulut.)

Menunggu kemenangan Ahok terjadi, maka demo besar akan berlangsung segera. ‘Keberpihakan Presiden Jokowi’ menjadi isu besar dengan beraneka embel-embel. Dan … penyetiran sentimen keagamaan di masjid-masjid yang sudah disiapkan oleh Eep Saefulloh. Pun hal itu dibiarkan oleh JK sebagai pemimpin DMI benar-benar menjadi sulutan api di atas bensin berceceran.

Namun, tanpa diduga perang proxy berbelok arah – atau dibelokkan. Persiapan seluruh tim termasuk yang akan dijadikan tumbal proxy war yakni para tersangka makar pun terkapar. Polisi menetapkan mereka menjadi tersangka makar: dibungkam.

Penyadaran tingkat tinggi dari the Operators dengan melakukan pemetaan komprehensif berhasil mengecoh lewat pengadilan, sikap Ahok, dan bahkan berlanjut hingga hilangnya momentum untuk menjungkalkan Presiden Jokowi lewat kasus Ahok. Berkat perhitungan dan pengorbanan Ahok yang menjadi martir demokrasi, pahlawan demokrasi.

Maka untuk sementara pertempuran menghasilkan kekalahan mengenaskan bagi Ahok – di mata publik awam. Namun kemenangan bagi kalangan pemaham proxy war, kemenangan Indonesia dan NKRI. A great blessing in disguise! Dengan kasus Ahok maka kesadaran dan pemetaan siapa kawan dan lawan tampak jelas..dan rakyat bergerak membentengi NKRI dari khilafah dan ajaran Islam radikal intoleran yang harus dilawan seluruh eleman bangsa.

Dengan kekalahan itu, maka semua kelompok itu kocar-kacir. Rizieq FPI yang sudah tidak dibutuhkan lagi sebagai combatant terbuang jauh di negeri leluhur padang pasir Arab. GNPF MUI pun bangkrut dan terpecah-belah. Prabowo berdiam diri karena menyadari bahaya mengajak Islam radikal dan menggunakan agama sebagai alat kampanye dan alat berpolitik.

Amien Rais ngumpet setelah disebut oleh KPK menerima dana dari Siti Fadilah Sapari. Buni Yani pun sendirian tidak pernah satu pun orang membelanya di pengadilan. Buni Yani menjadi korban paling culun sebagai antek proxy war. Para pendana pun hengkang akibat kekalahan pertempuran di DKI Jakarta. (Bukan berarti mereka menyerah kalah. Tidak.)

Berbeloknya arah proxy war sebagai wujud kekalahan strategi membuat peranan Anies-Sandi dimainkan dalam konteks strategi yang berbeda. Telanjur masuk dalam birokrasi di DKI Jakarta yang sudah terkunci membuat Anies-Sandi tidak bisa leluasa bergerak. APBD DKI Jakarta susah dimainkan oleh eksekutif dan DPRD DKI Jakarta. Hal ini Anies dan Sandi sudah tahu sejak awal. Maka kelimpungan mereka untuk memuaskan pengembalian modal kampanye – yang disebut sebagai perjuangan dan berkorban di depan publik. Ha ha ha.

Bandar Poker - Untuk itu, para mastermind(s) proxy war kembali memainkan strategi mereka, masih sama yakni sasaran besar tetap kepemimpinan nasional yakni Presiden Jokowi. Penggangguan program dan kampanye anti Presiden Jokowi adalah wujud proxy war yang berlangsung secara masif. Semua aspek politik, sosial, ekonomi, ketahanan dan ketahanan dan kebijakan Presiden Jokowi akan dinyinyirin.

Termasuk isu yang paling anyar adalah sikap Jusuf Kalla dan Anies-Sandi satu paket terkait pemindahan Ibu Kota Indonesia keluar Jakarta. Mereka tidak tahan menghadapi serangan gempuran proxy war sebelah yang juga tidak membiarkan seluruh skenario dimainkan mastermind(s) di belakang proxy war. Maka Jusuf Kalla dan Anies Baswedan muncul menjadi tampak sebagai combatants yang sekaligus sebagai tokoh garda depan yang nyinyir dan khawatir.

(Pun serangan proxy war pun tidak terdiam di tempat dan berbagai isu menghantam JK terkait kekayaan, ambisi keluarga, bisnis, dan sikap politik yang tidak akan berakhir pula. Intinya, JK dan Anies-Sandi serta para mastermind(s), jika benar mereka sebagai mastermind(s), tidak akan terbebas dari serangan para lawan politik yang juga nyata namun tidak terlihat, ciri sepenuhnya proxy war alias perang nabok nyilih tangan.)

Dan lagi-lagi dalam pertempuran proxy war ini Presiden Jokowi dan kepemimpinan nasional 2019 tetap menjadi target. Sejak saat ini sampai 2019, usaha memerangi dan menjungkalkan Presiden Jokowi pun akan semakin kencang. Maka tak usah heran kasus pemindahan Ibu Kota pun membuat JK dan Anies-Sandi sewot. Tentu perang proxy ini juga mendapatkan perlawanan. Buktinya Pilkada DKI tidak semulus rancangan mereka yang bertujuan memenangkan Ahok. Demikian the Operators dan Ki Sabdopanditoratu. Salam bahagia ala saya.

Salam Situs Poker Online Resmi

Berita Terkece Dan Terupdate
Sumber : Seword.com



Baca juga : 

Semoga bermanfaat , Berita Tercepat


Demikianlah Artikel Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi

Sekianlah artikel Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Ibu Kota Mau Pindah, “Proxy War” Jokowi Tahan Diri Digempur Jusuf Kalla dan Sandi dengan alamat link https://situspoker11.blogspot.com/2017/07/ibu-kota-mau-pindah-proxy-war-jokowi.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Dan Strategi Menang Di Situs Poker Online PokerOfAsian

Jokowi dan Ahok Punya Pikiran, Hati, dan Spirit; Para Sainganya Punya Apa?

Ahok Bersalah Dan Divonis 2 Tahun Penjara